Pesta Mewah di Atas Derita Rakyat

Daftar Isi


siddiq-news.com - Sebuah pesta super mewah digelar oleh pejabat tertinggi Indonesia pada tanggal 10-11 Desember 2022. Putra bungsu Presiden Jokowi melangsungkan pernikahannya. Pasangan muda Kaesang Pangarep dengan Erina Gudono telah resmi menjadi suami istri. Resepsi pernikahan putra bungsu presiden itu melibatkan beberapa pejabat negara dan fasilitas negara.


Dikutip dari media Oke News (8/12/2022), dalam hajatan ini, Presiden Jokowi mengerahkan ribuan personel untuk keamanan perhelatan tersebut. Acara digelar di kota Solo dan Yogyakarta pada Sabtu-Minggu atau 10-11 Desember 2022. Tak tanggung-tanggung, 10.800 personel gabungan TNI Polri dikerahkan di kota Solo dan Yogyakarta demi keamanan rangkaian acara pernikahan putra bungsu presiden tersebut. Hal ini  disampaikan oleh Pangkobwilhan II Marsdya TNI Andyawan Martono.


Beberapa pejabat tinggi pun terjun untuk pengecekan kesiapan aparatnya. Di antaranya Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan (Pangkogabwilhan) II/Marsdya TNI Andyawan Martono, bersama Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Widi Prasetijono dan Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi. Semua disiapsiagakan demi keamanan pernikahan putra bungsu Presiden Jokowi.


Kapolda Jawa Tengah, Irjen Ahmad Luthfi mengatakan, "Peningkatan keamanan sudah dilaksanakan, bahkan adanya antisipasi penebalan personel di beberapa titik pengamanan demi memastikan acara berjalan aman dan lancar," ujarnya.


Polda Jateng mengerahkan 11 ekor anjing K-9 ras jenis Belgian Malitnoise dan Golden Retriever dalam pengamanan tasyakuran pernikahan Kaesang-Erina di Solo dan Yogyakarta. Hewan-hewan itu disiapkan untuk menjalankan tugas sterilisasi dan deteksi bahan peledak.


Menurut Kasubsatgas Satwa pengamanan kegiatan, Kompol Tourakhman, anjing-anjing ini didatangkan dari Ditsamapta Polda Jateng dan delapan polres jajaran.


"Satwa yang dilibatkan berasal dari sejumlah Polres seperti Polres Kendal, Polresta Surakarta, serta beberapa Polres di wilayah Soloraya," kata Tourakhman, Kamis (8/12/2022).


Sungguh suatu pesta resepsi pernikahan yang melibatkan fasilitas negara untuk kepentingan pribadi. Sementara negeri ini sedang mengalami berbagai musibah. Bencana gempa bumi yang beruntun terus terjadi dan belum tertangani secara optimal. Banyak warga korban bencana yang masih harus bersabar berada di pengungsian. Mereka tidak bisa kembali ke rumahnya karena tempat tinggalnya telah hancur akibat gempa yang terjadi.


Belum lagi gelombang PHK yang harus terjadi karena perusahaan tempat bekerja menutup usahanya akibat tidak bisa beroperasi lagi. Kasus pandemi yang terjadi mengakibatkan banyak perusahaan yang gulung tikar. Usaha masyarakat pun mesti terhenti karena tidak adanya daya beli masyarakat. Modal pun kian habis demi menyambung kehidupan selama pandemi. 


Ini terjadi karena diterapkannya sistem sekulerisme kapitalisme yang bersandar kepada aturan manusia, bukan kepada aturan Allah Swt.  Sistem ini lebih mementingkan para kapitalis daripada kebutuhan rakyatnya. Rakyat semakin menderita, sementara para pemilik modal semakin berkuasa. 


Sangat berbeda dengan sistem kehidupan dalam Islam. Islam sangat menjaga keberlangsungan hidup umatnya. Negara bertanggung jawab penuh atas segala kebutuhan masyarakatnya. Baik pangan, sandang dan papan. Bahkan pendidikan, kesehatan dan keamanan akan diberikan secara gratis. Lapangan pekerjaan akan disediakan negara secara maksimal demi memberikan kesempatan bekerja bagi para kepala keluarga demi memenuhi kesejahteraan dan kemakmuran hidup keluarganya. 


Di bidang infrastruktur, negara akan memberikan fasilitas jalan raya, transportasi dan gedung-gedung agar bisa maksimal untuk melayani perekonomian umat. Fungsi pemimpin dalam Islam adalah untuk melayani seluruh kebutuhan umatnya. Jika umatnya masih ada yang belum sejahtera maka pemimpin tersebut merasa sangat berdosa. Bahkan jika terdapat umatnya yang sampai tidak mampu untuk mendapatkan makanan dan minuman maka pemimpin tersebut tidak akan bisa makan minum sebelum umatnya lebih dulu terpenuhi kebutuhan hidupnya.


Dalam Islam, seorang pemimpin akan merasa sangat bersalah jika rakyat yang diayominya masih kelaparan, tidak aman dan tidak sejahtera. Bahkan bila terdapat binatang ternak yang terperosok akibat jalan yang tidak aman maka pemimpin tersebut akan sangat berdosa.


Dalam sebuah kutipan pidato Umar bin Khattab: "Aku abdi kalian, kalian harus mengawasi dan menanyakan segala tindakanku. Salah satu hal yang harus diingat, uang rakyat tidak boleh dihambur-hamburkan. Aku harus bekerja di atas prinsip kesejahteraan dan kemakmuran rakyat."

Sungguh sosok Pemimpin yang sangat mengutamakan kepentingan umatnya. 


"Sesungguhnya seorang imam itu (laksana) perisai. Dia akan dijadikan perisai, di mana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/azab  karenanya.” (HR. Bukhari dan Muslim)


Betapa seorang pemimpin dalam Islam sangat bertanggung jawab dalam meriayah umatnya. Sehingga kejayaan Islam mampu mencapai puncak kegemilangannya selama 13 abad. Hal ini terjadi karena aturan yang dipakai adalah aturan Allah semata, bukan aturan yang berasal dari manusia sebagai mahluk ciptaan Allah. Untuk itu umat yang hidup  di bawah  naungan Islam akan sejahtera, aman dan nyaman. Bahkan mencapai kebahagiaan dunia dan akhirat. Hal ini karena terbentuk dari jiwa yang berakidah Islam. Wallahualam bissawab.


Penulis : Dewi Kusuma

(Pemerhati Umat)