Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ancaman Narkoba pada Generasi

Senin, 23 Januari 2023 | Senin, Januari 23, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-01-23T15:19:14Z

 



Artis Sinetron Rivaldi Kembali Ditangkap untuk Ketigakalinya dengan Kasus Narkoba.


Berulang dan Meluasnya Ditemukan Kasus Narkoba Semakin Menunjukkan Betapa Jerat Barang Haram Tersebut Sudah Demikian Mengerikannya


Oleh : Nurul Bariyah

Ibu Rumah Tangga dan Member AMK


Siddiq-news.com -- Sudah sejak dulu, narkoba menjadi masalah di negara kita. Sepertinya masalah ini tak pernah tuntas diselesaikan. Mereka para pengguna mulai dari anak sekolah, mahasiswa, pejabat, publik figur, seperti tak pernah jera mengonsumsi barang  haram itu dan berurusan dengan pihak berwajib. 

Narkoba adalah singkatan dari narkotika, obat-obatan terlarang yang memiliki kecenderungan kecanduan bagi pemakainya dan menyebabkan si pemakai hilang akal dan hilang kesadaran. Itulah sebabnya akan sulit bagi orang-orang yang pernah mengonsumsinya untuk melepaskan diri dari jerat narkoba, kecuali dengan tekad yang besar dan dukungan orang sekitar. 

Dampak langsung penyalahgunaan narkoba terhadap tubuh manusia berupa gangguan pada jantung yang mengakibatkan infeksi akut otot jantung dan gangguan peredaran darah, dehidrasi yang membuat tubuh mengalami kejang-kejang, halusinasi, perilaku agresif dan rasa sesak bagian dada, hemoprosik, pernapasan tidak akan bekerja.

Seperti dilansir dari media Republika, Kamis 12 Januari 2023, artis pemain film dan pemain sinetron Revaldo kembali tertangkap di apartemen miliknya yang terletak di Jakarta Pusat baru-baru ini. Penangkapan Revaldo adalah yang ketiga kalinya. Polisi menemukan barang bukti setelah melakukan penggeledahan di apartemen miliknya itu.

Segala upaya dilakukan pemerintah untuk menangani masalah narkoba ini. Baru-baru ini dibentuk Satgas Anti Narkoba Sekolah (SANS) periode 2023-2026.

Dari G.news, Minggu 15 Januari 2023, Ketua Umum SANS Indonesia, Syafril Effendi pada saat pelantikannya mengungkapkan bahwa SANS merupakan organisasi yang telah diinisiasi oleh Gubernur Bengkulu, Dr. drh. H. Rohidin Mersyah, M.M.A dan bertujuan agar masing-masing sekolah memiliki SANS untuk mencegah peredaran dan pemakaian narkoba di sekolah.

Dalam deklarasi dan pelantikan tersebut, Syafril Effendi juga menyampaikan kalau beliau merasa terpanggil sebagai pemuda untuk menyelamatkan anak bangsa khususnya anak-anak yang masih di bangku sekolah dari jeratan bahaya narkoba. Tentu saja karena narkoba sangat berbahaya dan melemahkan generasi bangsa.

Faktanya, di masyarakat narkoba semakin merajalela. Ancaman jeratan narkoba semakin besar, apalagi dengan kurangnya perhatian dari orang tua,  masyarakat dan negara. Dan semakin besarnya gembong narkoba yang sindikatnya menyebar di mana-mana. Bahkan baru-baru ini ada model narkoba baru yaitu narkoba cair yang menyasar kepada anak muda yang mengisap Vape. 

Dalam hal ini peran orang tua, masyarakat apalagi negara sangatlah penting. Dalam Islam pendidikan ditumpukan dalam keluarga. Berawal dari rumah, anak-anak dibekali benteng yang kuat berupa pendidikan dan  pemahaman tentang agama yaitu akidah yang kuat dan rasa takut kepada Allah di mana pun berada. Juga perhatian yang cukup dari orang tua agar mereka tidak lari ke hal-hal negatif apalagi narkoba.

Masyarakat juga ikut aktif dalam mengawasi segala keadaan lingkungan sekitarnya, termasuk jika ada hal-hal yang mencurigakan. Melaksanakan amar makruf nahi mungkar jika ada yang melakukan kesalahan apalagi berhubungan dengan barang haram.

Peranan negara dalam hal ini adalah dengan membuat sistem yang kuat dalam mencegah dan mengawasi peredaran barang terlarang ini. Juga membuat hukum yang akan membuat siapa saja yang bersinggungan dengan barang haram ini, baik pengedar, pemasok, dan juga pengguna menjadi jera. 

Narkoba merupakan barang haram yang dilarang dalam agama Islam. Sebagaimana kita ketahui dampak bahaya menggunakan narkoba akan merusak jiwa dan akal sehat seseorang.

Nabi Muhammad saw. bersabda: "Setiap yang memabukkan adalah khamar dan setiap yang memabukkan adalah haram." (HR. Muslim)

"Rasulullah saw.  melarang dari setiap barang yang memabukkan dan melemahkan akal dan badan." (HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Umat Islam  diperintahkan untuk mengonsumsi makanan dan minuman halal, yang tentu saja bermanfaat bagi tubuh. Jika seseorang mengonsumsi sesuatu yang haram, maka sejatinya ia merusak diri sendiri dan  konsekuensinya adalah ia berdosa, bahkan doanya ditolak, serta dimasukkan ke dalam neraka. 

Tentu saja sebagai umat Islam, kita akan patuh pada larangan dan perintah Allah Swt. sebagai Pencipta. Karena kita menginginkan untuk selamat dunia dan akhirat, mendapat rahmat dan rida Allah Swt.. Dengan demikian hidup menjadi lebih tenang, tenteram dan tentunya terjaga dari hal-hal buruk yang merugikan diri sendiri. Wallahu a'lam bi ash-shawwab.

×
Berita Terbaru Update