Hai Diri, Ingatlah

Daftar Isi

 


Hakikat Hidup adalah untuk Menghamba pada Zat Yang Maha Kuasa.


Jalani Hidup dengan Penuh Ketundukkan dan Kesabaran Bersandar pada syariat-Nya Semata


Penulis : Lilis Lina Nastuti

(Kontributor Media Siddiq-news.com)


Siddiq-news.com -- Hidup, tak selamanya sesuai harapan. Hidup, tak selamanya bahagia. Hidup, tak selamanya ceria.


Tapi, hidup itu selalu ada beragam cerita, beragam suka-duka. Kemarin, masih ada sisa-sisa suka, bahagia. Hari ini berganti duka, esok, tak tahu apa yang akan menimpa.


Sejatinya, kita hidup harus waspada. Waspada di setiap saat. Sebab kita hidup  di dunia nyata. Bukan di dunia maya.


Berusahalah, luangkan waktu  untuk berpikir, berzikir dan bergerak. Gerak yang bermanfaat. Sesuai tuntunan syariat, bukan tuntunan adat, apalagi adat berbau maksiat.


Ingat ... hidup itu bukan untuk sekadar luapkan emosi saat marah. Bukanlah untuk perturutkan nafsu. Bukan pula untuk berbalas dendam pada orang yang pernah menyakiti.


Meski sakit hati, tapi tetap dikedepankan sikap-sikap ini, waras dalam bertindak dan cerdas dalam bersikap.


Utamakan sifat santun penuntun jiwa yang lembut. Begitupun sifat sabar perlu tertancap di setiap saat. Santun dan sabar dua sifat yang hanya dimiliki oleh orang peka. Tidak semua orang memiliki kedua sifat ini, kecuali yang terdidik dengan iman yang kuat.


Dari keimanan yang kuat, lahirlah jiwa-jiwa yang hebat, hidup taat berkhidmat hanya kepada Allah yang Ahad.


Hidup pun perlu keterikatan kuat dengan syariat, dengan Islam kaffah. Bukan dengan Islam moderat; bukan pula Islam liberal, yang lahir dari akal yang liar.

Islam liberal menghantarkan pada hawa nafsu, bukan wahyu.


Dari sanalah, lahir sifat hubbud dunia, mengukur kesuksesan dengan menumpuk banyaknya harta/materialisme. Hindari hal tersebut.


Karena ... hidup bukan untuk melepas nafsu busuk yang menipu. Jika nafsu mendominasi, redam dengan  berta'awuz.


Ingatlah ... Hidup, bukan untuk berlomba harta. Hidup, bukan untuk puaskan syahwat bejat, seperti yang dilakukan pemuja maksiat. Hidup, bukan sekadar mencukupkan keinginan fisik, bersifat puaskan nikmat sesaat. Hidup bukan untuk mencoba-coba setiap kepenasaran. Hidup, bukan untuk memanjakan kemauan.


Jika hidup seperti dunia sinetron, apa jadinya?

Amalan apa yang bisa dibanggakan di hadapan Allah 'Azza wa Jalla?


Hiduplah, sesuai yang Allah inginkan, bukan sesuai keinginan kita. Hiduplah dengan penuh kejujuran, bukan dalam kepura-puraan, apalagi kebohongan. Hiduplah, sesuai kata hati yang condong pada kebenaran, bukan keburukan.


Hati yang bersih,takut pada setiap kata yang diucapkan yang akan diminta pertanggungjawaban.


Hidup, bukan tentang siapa yang sukses, siapa yang gagal. Karena sukses dan gagal bukan urusan manusia.

Allah saja yang bisa mentakdirkan.

Manusia sekadar berupaya menempuh kesuksesan dengan cara sesuai syarak.


Hidup penuh ketakutan terhadap Allah, hingga timbul taat.


Hidup untuk persiapkan masa depan akhirat. Isilah dengan ibadah yang giat, dari iman yang kuat, ketulusan niat hanya mencari ridha Allah. Berlindung dari kematian suul khatimah. Berharaplah husnul khatimah. Sehingga dapat memelihara diri dari perkara sia-sia, memelihara diri dari ucapan bohong, dan berkhianat pada janji.


Sekali berbohong, harus siap menanggung beban berikutnya. Jika kebohongan pertama terkuak, maka untuk menutupi kebohongannya, dia akan berani untuk berbohong kedua kalinya, dan seterusnya.


Jika tak mampu mengakhiri dengan  bertaubat,  ah ... gawat.


Maka Allah memberi label pendusta. Bahayanya seorang pendusta, tiada lain hilang wibawa, hilang kepercayaan, dan yang lebih bahaya berujung masuk neraka.


Untuk itu, wahai diri jaga dirimu, keluargamu dari perkara yang dilarang Allah. Lakukan dan sibukkan diri dalam kebaikan.


Tiada balasan yang lebih pantas untuk pelaku kebaikan kecuali kebaikan pula yang diraih.


Sesulit dan serumit apapun hidup, tetaplah harus berani bertahan dalam iman. Tindaklanjuti keimanan dengan amal saleh. Sibukkan diri dalam ketaatan. Jalani hidup dengan tabah, sabar dan menerima takdir terbaik yang Allah takdirkan. Wallahu a'lam.