Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Nasib Ojek Online Semakin Prihatin?

Minggu, 16 April 2023 | Minggu, April 16, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-04-15T23:11:53Z

 


Beginilah hidup di zaman dengan sistem kapitalisme, perusahaan dapat menerapkan peraturan sesuka mereka. Tidak peduli jika peraturan itu akan menzalimi karyawan


Negara mempunyai peran yang sangat besar dalam menjaga hubungan antara pengusaha dan penguasa berjalan dengan baik serta kesejahteraan individu dijamin. Ketika ada persoalan dicari penyelesaiannya. 


Oleh Sri Susanti

(Pegiat Literasi)


Siddiq-news.com -- Ojol atau Ojek Online tentu kata yang tidak asing lagi di telinga kita. Ojol menjadi alternatif transportasi bagi masyarakat yang tidak memiliki atau yang malas mengendarai alat transportasi sendiri. 


Ojek online yang beberapa tahun lalu mendapatkan penentangan dari kalangan pengemudi ojek pangkal, kini mereka sudah mulai bersahabat. Bahkan banyak pengemudi ojek pangkal beralih profesi ke ojek online. 


Ada yang menjadikan profesi pengemudi ojek online sebagai pekerjaan sampingan, tetapi banyak juga yang menjadikannya profesi utama. Dulu penghasilan pengemudi ojek online sangat besar. Bahkan ada yang berhenti dari perusahaan hanya untuk menjadi pengemudi ojek online. 


Mereka melihat bahwa pekerjaan ojek online tidaklah sulit tetapi penghasilan cukup menjanjikan. Tetapi kondisi sekarang cukup memprihatinkan bagi pengemudi ojek online. Penghasilan mereka turun drastis dikarenakan banyaknya persaingan dan banyaknya potongan yang dilakukan oleh aplikator. 


Dilansir dari tempo (1/4/ 2023) , aplikator memotong 22-40 persen dalam setiap transaksi. 

Bagaimana nasib pengemudi ojek online sekarang? 


Tentu kita semua tahu bahwa pengemudi ojek online sekarang semakin berat. Pendapatan mereka yang tidak menentu ditambah potongan yang besar dari aplikator semakin membuat mereka menderita. 


Dengan kondisi demikian maka pengemudi ojek lain mulai berpikir untuk mencari alternatif pekerjaan lain. Karena jika diteruskan maka pendapatan mulai berkurang sementara kebutuhan semakin meningkat. Jika aplikator ojek online sudah mulai ditinggalkan pengemudinya otomatis mereka seperti aplikator grab, gojek, maxm dan lain-lain. Dipastikan terjadi krisis pengemudi ojek online. Masyarakat pun pasti akan ikut terdampak. 


Dengan penghasilan yang pas- pasan pengemudi ojek online akan mencari alternatif tempat tinggal yang harga sewanya murah. Rusun  menjadi salah satu alternatif tempat tinggal yang murah. Meskipun tempatnya tidak seluas bedakan atau  rumah tetapi itu harus dilakukan agar mereka punya tempat untuk berteduh. 


Beginilah hidup di zaman dengan sistem kapitalisme, orang yang berkuasalah yang menang. Termasuk dalam hal hubungan kerja. Perusahaan dapat menerapkan peraturan sesuka mereka. Tidak peduli jika peraturan itu akan menzalimi karyawan. Perusahaan dengan mudah mengatakan kalau mau bekerja di tempat ini ikuti aturan jika tidak silahkan keluar. Maka para pengemudi ojek online pun pasrah. 


Di saat kondisi yang tidak memihak kepada pengemudi ojek online, negara seolah diam. Entah mendengar kabar bahwa yang dialami oleh rakyat ya atau justru tidak mau tahu. Negara yang harusnya melindungi dan mengayomi rakyatnya justru lepas tangan. Negara yang harus mencari dan memberikan solusi dari setiap permasalahan rakyat kini tidak terdengar suara dan geraknya. Sehingga wajar jika saat ini, rakyat sudah mulai tidak percaya dengan pemerintahan. Penguasa yang bergandengan tangan dengan pengusaha. Asal pengusaha tersebut memberikan untung untuk pribadi, maka penguasa yang ada di negara ini akan diam, buta dan tuli terhadap nasib rakyatnya. 


Berbeda dengan sistem Islam yang sangat memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Karena siapa pun yang berkuasa maka dia harus menerapkan hukum Islam atas dasar keimanan.


Islam memiliki aturan yang jelas dalam aturan kehidupan, termasuk persoalan pekerja dan pengusaha. Tidak diperbolehkan menzalimi satu sama lain. Saling menguntungkan satu sama lain. Contohnya tidak membuat aturan yang memberatkan pekerja. Terlebih aturan yang melanggar aturan Islam. 


Negara mempunyai peran yang sangat besar dalam menjaga hubungan antara pengusaha dan penguasa berjalan dengan baik serta kesejahteraan individu dijamin. Ketika ada persoalan dicari penyelesaiannya. 


Hanya dengan sistem Islam yang dilaksanakan dalam negara, kesejahteraan rakyat akan terasa nyata.Tidak hanya sejahtera umat Islam tetapi umat lain yang ada dalam negara tersebut. Islam rahmat bagi seluruh alam akan dapat benar adanya bukan sekedar angan semata.

Wallahu a'lam bishawab

×
Berita Terbaru Update