Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ironi Pendidikan dalam Kapitalisme

Rabu, 07 Juni 2023 | Rabu, Juni 07, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-06-07T00:52:48Z


Untuk mencapai keberhasilan patutlah setiap keluarga dan masyarakat mengambil peran penting dalam membina anak-anak atau generasi yang akan mendatang. Mengingat untuk mengandalkan pendidikan saja ternyata tidak bisa. Maka patutlah semua aspek yang mempengaruhi kondisi anak-anak dapat bekerjasama


Sama halnya dengan negara, negara juga harus menyadari tugasnya, yakni sebagai pengurus urusan umat


Oleh Siti Nurtinda Tasrif

Aktivis Dakwah Kampus


Siddiq-news.com - Pendidikan pada dasarnya adalah kebutuhan primer, yang harusnya dipenuhi secara totalitas oleh negara. Maka keberadaan pendidikan menjadi sebuah hal yang teramat penting, mengingat pendidikan akan mengeluarkan berbagai out put yang dapat berguna bagi negara. Maka jelaslah, pendidikan ini tak bisa diabaikan begitu saja mengingat generasi juga membutuhkan adanya pendidikan ini.


Setiap generasi bekerja keras untuk mendapatkan pendidikan yang baik. Maka tidak heran jika para orang tua rela menggelontorkan dana serta peras keringat untuk memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya. Sama halnya dengan generasi yang rela belajar pagi hingga malam hanya untuk menjadi seseorang yang lebih baik.


Dari pendidikan akan melahirkan sosok-sosok yang akan menjadi pemimpin bagi sebagian umat. Seseorang yang akan diamanahkan dalam perkara yang lebih besar bahkan sekelas menjadi kepala negara. Maka patutlah menjadi perhatian bahwa pendidikan sangatlah penting terutama bagi seluruh rakyat negara.


Dengan pendidikan sajalah, yang dapat melahirkan orang-orang yang berkualitas pun juga melahirkan generasi yang akan menjadi pemimpin bagi sebagian yang lain. Menjadi pribadi yang mulia dengan kepribadian yang baik, dimana orang tersebut memiliki pola pikir islami dan juga pola sikap. Maka hendaklah setiap keluarga berperan aktif dalam memberikan pendidikan terbaik bagi anak-anaknya.


Namun ironisnya, di dalam pendidikan juga terjadi berbagai macam persoalan yang tiada henti-hentinya. Ada permasalahan kenakalan anak, kesulitan berbaur dengan teman sebaya, dan juga yang lebih parah lagi, tatkala anak-anak tersebut sudah mengenal yang namanya bullying. Sebuah perbuatan tercela yang seharusnya tidak dilakukan oleh seorang anak, terutama anak yang masih duduk dibangku Sekolah Dasar.


Sebagaimana yang penulis kutip dari Media Kaltengpos[dot]jawapos[dot]com (21/03/2023) bahwasanya seorang murid SD yang berinisial (G) di-bully oleh sekelompok anak kelas III B, dengan cara yang sadis. Kala itu korban hendak minum air, G didorong hingga terjatuh, diseret, lalu bagian dada ditusuk menggunakan dua jari. Ada bekas tusukan jari dan luka memar bagian belakang telinga bekas terseret dari ruang kelas ke teras.


Tidak hanya sampai di situ saja, korban kembali merasakan bullying yang lebih sadis lagi. Dimana korban ditendang oleh salah seorang murid kelas III B hingga terjatuh dan kepala terbentur ke beton pot bunga di depan kelas. Kondisi kepala korban diperban di UKS dan baju berlumuran darah, korban mengerang kesakitan. Dan ironisnya kejadian ini terjadi berualang kali, dengan penyelesaian kekeluargaan saja.


Sedangkan pihak keluarga korban semakin tidak tahan dengan keadaan yang menimpa korban, sehingga perkara tersebut ditindaklanjuti dengan perkara yang lebih serius yakni melalui jalur hukum. Sehingga banyak sekali kalangan pejabat yang mengetahui perihal ini. Kemudia masing-masing dari pejabat tersebut memberikan pendapatnya mengenai masalah ini.


Sebagaimana pendapat dari Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Pemberdayaan Masyarakat (DPPKBP3AMP) Kota Palangka Raya, Sahdin Hasan menyayangkan adanya aksi perundungan di Kota Palangka Raya. Kasus ini menjadi pembelajaran bagi pihak sekolah, agar hal serupa tidak terjadi lagi.


“Ini jadi pekerjaan rumah bagi lembaga pendidikan, bagaimana memberikan pemahaman kepada peserta didik bahwa aksi perundungan dan semacamnya tidak dibenarkan, karena aksi tersebut akan berdampak nyata pada psikologi korban, apalagi sampai terjadi kontak fisik,” ungkapnya.


Masalah yang terjadi ternyata tidak hanya menimpa orang-orang yang dewasa dan sudah sempurna akalnya saja. Namun masalah juga bisa menimpa anak-anak usia bermain, sebagaimana anak SD di atas. Seharusnya pada usia seperti ini, hendaklah anak ditanamkan nilai-nilai agama kedalam dirinya. 


Sehingga tidak terjadi kasus-kasus yang seperti demikian. Dan untuk mencapai keberhasilan patutlah setiap keluarga dan masyarakat mengambil peran penting dalam membina anak-anak atau generasi yang akan mendatang. Mengingat untuk mengandalkan pendidikan saja ternyata tidak bisa. Maka patutlah semua aspek yang mempengaruhi kondisi anak-anak dapat bekerjasama.


Sama halnya dengan negara, negara juga harus menyadari tugasnya, yakni sebagai pengurus urusan umat. Namun seiring terus diterapkannya sistem sekularisme kapitalisme, negara sudah melupakan jati dirinya. Semua dikarenakan paradigma kapitalisme menjadikan semuanya hanya berorientasi pada materi saja.


Maka tidak mengherankan, sulit sekali out put dari pendidikan memiliki kualitas sebagai hamba Allah yang beriman dan takwa. Yang ada hanyalah out put yang akan menjadi buruh dan para pekerja. Pendidikan sudah bulan lagi bertujuan untuk menjadikan generasi sebagai masyarakat yang Rabbani melainkan duniawi.


Sehingga umat semakin jauh dan jauh dari agamanya yalni Islam. Dan yang dekat dengan generasi hanyalah materi, materi dan materi semata. Hal ini, membuat umat semakin tidak sadar masalah yang dihadapinya, tidak hanya tentang dirinya saja melainkan berkaitan dengan seluruh umat yang lainnya.


Oleh sebab itu, hendaklah orang-orang yang sadar tentang masalah yang dihadapi saat ini, segera melakukan tindakan yang dapat mempengaruhi cara pandang dan jalan hidup umat. Yakni merubah pemikirannya dari yang mencari dunia menjadi mencari akhiratnya melalui metode yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. yaitu dakwah.


Dakwah adalah metode yang dilakukan dengan cara menyeru baik tulisan maupun dengan lisan. Semua bisa digunakan asal tetap berada dalam koridor syarak. Hanya dengan dakwah sajalah umat akan berubah dan memahami segala keteraturan yang ditetapkan oleh Allah Swt. untuk dirinya. 


Dakwah juga tidak bisa dilaksanakan sendiri-sendiri, haruslah ada kelompok yang dapat menyokong lagu jalannya dakwah. Sehingga umat bisa segera terbangun dari tidurnya yang sangat panjang. Maka dengan dakwah umat akan semakin sadar dan percaya bahwa solusi dari masalah yang terjadi ditengah-tengah umat adalah Islam kafah saja.


Karena Islam berasal dari wahyunya Allah Swt. dan diturunkan sesuai dengan fitrahnya manusia. Sehingga ketika dikaji dan dipelajari maka akal dan perasaan akan mudah menerimanya. Maka hendaklah kaum muslimin mengambil solusi dan peraturan yang sudah ditetapkan oleh Sang Pencipta yakni Allah Swt. yang mengetahui segala yang terbaik untuk hamba-Nya. Wallahu a'lam bi ash-shawwab.

×
Berita Terbaru Update