Penistaan Agama Tumbuh Subur di Sistem Sekuler

Daftar Isi

Dalam Islam agama adalah sesuatu yang wajib dijaga dan dimuliakan

Penting adanya sistem Islam di kehidupan ini karenanya agama terpelihara dan dilindungi


Penulis Sasmin 

Pegiat Literasi


Siddiq-news.com, OPINI -- Setiap manusia memiliki naluri tadayyun, mereka merasakan arti kesucian yakni agama yang dipegang sebagai landasan hidup di mana di dalam agama itu memiliki sebuah aturan yang membawa kepada jalan yang baik dan benar. Maka aneh bila ada kelompok atau oknum sengaja mengotori dan menghina agamanya sendiri apalagi sebagai otoritas tinggi di negeri ketika dilantik menggunakan Al-Qur'an sebagai janjinya di hadapan Allah untuk menjalankan hukum yang berlaku. Sangat disayangkan ketika janji itu diingkari padahal konsekuensinya amatlah besar. 


Sebagaimana yang dilakukan oleh oknum pejabat, tersebarnya video penistaan agama yang diduga dilakukan AK telah tersebar di media sosial. Salah satunya dibagikan akun X @dhemit_is_back, Kamis (16/5/2024). Dalam postingan tersebut, terlihat seorang pria yang salah satu kakinya menginjak kitab suci salah satu agama. Dalam narasi yang dibagikan, AK disinyalir sengaja menginjak kitab suci sebagai bukti kepada sang istri bahwa dirinya tak selingkuh, (kompas, 17/05/2024).


Kasus penistaan agama bukan sekali terjadi bahkan bukan di Indonesia saja melainkan di luar negeri sering kali terjadi. Mengapa penistaan agama selalu dilakukan oleh setiap oknum maupun kelompok padahal di negeri ini memiliki hukum kasus penistaan agama yang tercantum dalam KUHP pasal 156a? Adapun isi pasal tersebut adalah pertama, setiap orang sengaja mengeluarkan perasaan atau perbuatan yang bersifat permusuhan,  penyalahgunaan, atau penistaan suatu agama yang dianut di Indonesia, pelaku akan mendapatkan pidana penjara selama 5 tahun. Kedua, jika secara tertulis atau melalui media elektronik pelaku dipidana selama 6 tahun. 


Hukum ini berlaku kepada siapa saja yang melakukan kasus serupa. Tidak memandang latar belakangnya karena Indonesia dikenal dengan lambang keadilan yang tertulis di dalam Pancasila. 


Namun, fakta yang ada, penyebab utama sering terjadinya penistaan agama di kalangan masyarakat dikarenakan tidak sesuai dengan sistem yang berlaku. Sampai-sampai pejabat sendiri tersohor oleh kasus ini. Misalnya, Basuki Cahya Purnama, Sukmawati Soekarno Putri, bahkan menteri agama itu sendiri. Padahal mereka ini adalah orang-orang berpengaruh di negeri ini tetapi memberi contoh buruk kepada masyarakat. 


Selain daripada itu, hukum negeri ini lemah sebab mengadopsi sistem lemah yakni Sekularisme. Aturan yang dibuat dari hasil akal manusia sementara manusia itu sendiri memiliki keterbatasan dalam meninjau apa yang akan terjadi ke depannya. Manusia tidak bisa mengira-ngira untuk menentukan aturan yang mengatur kehidupannya sendiri. Bila itu terjadi maka jalannya akan salah kaprah seperti pemimpin dalam menentukan hukum penistaan agama. Hal ini tidak memberantas kasus secara tuntas justru berulang dan berulang. Selain itu hukum di negeri ini tumpul ke atas dan tajam ke bawah. Bila pejabat melanggar penanganannya lambat sementara masyarakat biasa secepat mungkin ditindaklanjuti. 


Di dalam Islam manusia bertugas menjalankan apa yang telah ditetapkan oleh penciptanya, Allah telah menetapkan aturan setiap lini kehidupan, sanksi-sanksi bagi yang melanggar akan berlaku secara tegas, manusia harus menyerahkan diri secara penuh kepada yang menciptakannya tidak boleh mengikuti arus zaman yang berlaku hari ini. 


Dalam Islam agama adalah sesuatu yang wajib dijaga dan dimuliakan. Penting adanya sistem Islam di kehidupan ini karenanya agama terpelihara dan dilindungi. Bagi yang melakukan penistaan terhadap agama akan diberikan sanksi tegas dan jera agar tidak sampai tumbuh subur di negeri-negeri Islam. 


Ketegasan dalam penerapan sanksi bagi pelaku penistaan agama, dapat kita mengambil contoh sikap Khalifah Abdul Hamid II ketika mendengar berita tentang pelecehan terhadap Rasulullah saw.. Beliau memanggil duta besar Perancis dan menanyakan niat mereka menggelar teater-teater yang melecehkan nabi saw.. Sultan Abdul Hamid berkata kepada duta besar Perancis “Aku adalah khalifah umat Islam Abdul Hamid, aku akan menghancurkan dunia di sekitarmu kalau kamu tidak menghentikan pertunjukan itu."


Begitu tegas dan berwibawanya seorang Khalifah. Umat Islam membutuhkan pemimpin seperti beliau agar umat ini dan agama Islam terjaga. Oleh karena itu diterapkannya Islam secara kafah adalah jalan keluar dari semua masalah yang dihadapi umat saat ini khususnya memberantas terjadinya penistaan terhadap agama. Semua agama yang hidup di dalam satu negara akan saling menghormati dan saling menjaga. 

Wallahualam bissawab. []