Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Ada Apa dengan G20 di Indonesia?

Selasa, 13 Desember 2022 | Selasa, Desember 13, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-12-13T04:08:04Z


siddiq-new.com -- Beberapa waktu yang lalu, Indonesia menjadi tuan rumah dalam perhelatan G20. Dimana acara tersebut diadakan di salah satu wilayah di Bali, yaitu Nusa Dua. Acara tersebut berlangsung selama dua hari dari tanggal 15 – 16 November. Hasil dari G20 ini adalah mengesahkan pernyataan para pemimpin atau Leadears’ Declaration.


Lalu, G20 itu apa? Karena masyarakat masih awam dengan acara tersebut. G20 adalah sebuah organisasi kerjasama multilateral yang terdiri dari 19 negara utama dan Uni Eropa. Dimana, negara-negara ini menjalin kerjasama dalam berbagai bidang. Dan Indonesia termasuk bagian dari G20 ini. 


Adapun kesepakatan yang dihasilkan dari G20 ini ada 52 poin di antaranya adalah menegakkan hukum internasional, menangani krisis ekonomi, mengupayakan ketahanan pangan dan energi, mengadopsi teknologi digital, mengatasi perubahan iklim, dan kesepakatan lainnya.

    

Dikutip dari media Antaranews (16/11/2022) bahwa menurut Jokowi, selaku presiden G20 menyatakan bahwa keberhasilan akan tercapai jika semua pemimpin dan delegasi saling berkomitmen, bekerja keras, untuk mendapatkan hasil yang bagus serta bermanfaat untuk dunia. Ia juga berupaya semaksimal mungkin dalam menjembatani perbedaan yang ada di Indonesia.


Namun, ada sesuatu di balik perhelatan G20 ini. Sebagaimana penulis kutip di Media Umat, dimana yang seharusnya menguntungkan Indonesia tapi ternyata membuat negara ini merugi. Kenapa? Karena, bagi negara-negara berkembang, acara G20 merupakan ajang untuk mencari investor. Dan Indonesia termasuk dalam mangsa negara-negara yang memang menginginkan sumber daya alamnya. Mengingat, betapa kayanya negeri ini. Hampir seluruh wilayah memiliki sumber alam yang bagus. Dan itu menjadi incaran para kapitalis.


Ketua Himpunan Intelektual Muslim Indonesia (HILMI) Dr. Julian Sigit. M.E.Sy. berpendapat bahwa pertemuan G20 ini sarat dengan kepentingan negara-negara maju untuk menancapkan hegemeoninya, terutama di negara-negara berkembang yang memiliki potensi pasar yang sangat besar. 

    

Dengan kata lain, G20 ini melancarkan kepentingan para kapitalis dalam menjajah negara-negara berkembang tak terkecuali Indonesia itu sendiri. Mengingat, Indonesia merupakan sasaran empuk bagi penguasa barat di sana. Padahal, negeri yang memiliki julukan zamrud khatulistiwa ini sedang tidak baik-baik saja. Baik dari segi ekonomi, pendidikan, politik, kesehatan dan bidang yang lainnya.

           

Oleh karena itu, tidak ada solusi lain untuk melepas diri dari penjajahan imperialisme Barat dengan mengganti sistem yang setara. Hanya Khilafah Islamiyyah sebagai negara adidaya yang menerapkan Islam secara menyeluruh. Sepanjang 13 abad, Khilafah tidak pernah tunduk pada negara-negara Barat. Sebaliknya, Khilafah menjadi negara supermasi pada masanya dengan kekuatan ekonomi yang mandiri.


Indonesia seperti ini karena sistem yang digunakan masih sistem kufur yakni Kapitalisme dan teman-temannya. Dan itu tidak terlepas dari cengkeraman Barat yang memang ingin menguasai negeri ini dimana sumber alamnya tak pernah habis meski zaman terus berganti.


Seharusnya negeri ini dirawat dengan cara memperbaiki semua lini ke arah yang lebih baik. Tentu, harus sesuai dengan aturan Islam yang berlaku. Karena dengan Islam negeri ini akan aman dari negara-negara yang ingin menguasai sumber daya alamnya.


Wallahu a'lam bi ash-shawwab.


Penulis : Dara Millati Hanifah, S.Pd.

(Pemerhati Pendidikan)

×
Berita Terbaru Update