Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Berharap Sejahtera dari Kartu Pra Kerja, Mungkinkah?

Kamis, 16 Februari 2023 | Kamis, Februari 16, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-02-16T07:00:07Z



Bekerja Merupakan Bagian dari Upaya untuk Memenuhi Kebutuhkan dan Terwujudnya Kesejahteraan


Negara Wajib Memelihara Urusan Rakyat.


Oleh Siami Rohmah

Pegiat Literasi


Siddiq-News.com -- Sejahtera, siapa sih yang tidak mau, pasti setiap orang ingin hidupnya sejahtera. Kesejahteraan itu juga yang ingin diwujudkan melalui program kartu Prakerja pemerintah. 


Program yang sudah diluncurkan sejak tahun 2020 ini diungkapkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Airlangga Hartanto telah diikuti 16,4 juta peserta. Dan Airlangga menyebutkan sepertiga peserta telah mengikuti pekerjaan. (Kompas[dot]com)


Jika benar apa yang disampaikan tentu menjadi hal yang sangat menggembirakan, berarti program ini bisa mengurangi angka pengangguran dan kemiskinan di negeri ini. Namun, data dilapangan berkata lain. Badan Pusat Statistik (BPS) melalui ketuanya, Margo Yuwono menyebutkan terjadi kenaikan angka kemiskinan pada September 2022 dibanding periode Maret 2022 yaitu sebesar 26, 36 juta orang. Salah satu penyumbang naiknya angka kemiskinan adalah tingginya angka penduduk kerja terdampak pandemi dan PHK. (CNBCIndonesia).


Ketika melihat sebab naiknya angka kemiskinan adalah pengangguran, baik karena pandemi dan PHK, ini menjadi tidak sejalan dengan efek positif kartu Prakerja. Hal ini menunjukkan bahwa kartu Prakerja ternyata kurang berpengaruh dalam menekan laju angka kemiskinan. Bisa jadi di lapangan masih banyak yang tidak tepat sasaran. Karena dijumpai juga orang yang sudah punya pekerjaan ikut mengurus dan mendapat program kartu Prakerja demi dapat dananya saja. Sehingga program ini justru tidak efektif dan rawan penyelewengan.


Bekerja merupakan bagian dari upaya untuk memenuhi kebutuhkan dan terwujudnya kesejahteraan.  Maka di dalam Islam setiap laki-laki baligh didorong untuk bekerja. Orang yang mandiri, memenuhi kebutuhannya sendiri dan tanggungannya, sangat mulia di sisi Allah. Rasulullah bersabda yang artinya,


"Demi Allah, jika sesorang di antara kamu membawa tali dan pergi ke bujit untuk mencari kayu bakar, kemudian dipikul ke pasar untuk dijual, itu lebih baik daripada ia meminta-minta kepada orang lain, baik ia diberi atau ditolak." ( HR. Bukhari & Muslim ).  


Kemudian negara wajib memelihara urusan rakyatnya. Termasuk bagaimana bisa terpenuhi kebutuhan setiap individu rakyat. Beberapa hal yang dilakukan negara untuk mewujudkannya adalah: 

Pertama, memberikan pendidikan/pelatihan serta mendorong mereka untuk giat bekerja. Kedua, menciptakan lapangan pekerjaan dan menyuruh rakyat untuk bekerja. Ketiga, menyuruh rakyat yang mampu untuk menanggung nafkah kerabat yang menjadi tanggungannya. Keempat, negara akan menaggung orang yang sudah tidak mampu bekerja sementara kerabatnya juga berkekurangan.


Dengan demikian konsep kesejahteraan insyaallah akan terwujud dan dirasakan oleh rakyat. Kesejahteraan ini nyata dan tidak hanya sebatas angka-angka tanpa realita. Sebagaimana sudah begitu masyhur kesejahteraan dunia Islam dalam penerapan aturan Allah.


"Dan sekiranya penduduk negeri beriman dan bertakwa, pasti Kami akan nelimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi ternyata mereka mendustakan (ayat-ayat Kami), maka Kami siksa mereka sesuai dengan apa yang telah mereka kerjakan" (QS.Al-A'raf 96).                                                                                                                        

Wallahu a' lam bi shawab.

×
Berita Terbaru Update