Childfree, Ide primitif yang Hanya Fokus pada Beban atau Permasalahan Hidup

Daftar Isi

 


Childfree Bertentangan dengan Fitrah Manusia


Childfree Tercela dalam Islam


Oleh Qonita

Pemerhati publik


Siddiq-news.com -- Akhir-akhir ini dunia medsos dihebohkan oleh pernyataan salah satu selebgram, Gita Savitri, yaitu bahwa dia tidak ingin punya anak atau childfree. Dan masih ada beberapa artis tanah air yang punya pemikiran seperti selebgram ini.


Kuantitas populasi modal kualitas populasi


Dalam kehidupan ini orang akanberfikir sesuai dengan mindset yang dia punya dan alasan apa yang melatar belakangi pemikirannya. jika orang itu hanya fokus pada beban atau masalah, maka kehidupan ini juga beban bagi orang yang tidak menginginkan kehidupan. Demikian juga ketika orang itu hanya fokus pada anak adalah beban maka anak itu adalah beban sehingga dia akan memilih childfree. demikian juga ketika orang berpikir bahwa mobil itu menjadi beban bagi dia misalnya dia harus bayar pajak biaya perawatan mahal maka dia akan punya mindset bahwa mobil itu adalah beban. jadi orang itu kalau fokusnya hanya beban saja itu menganggap segala sesuatu itu hanya beban dan dia hanya fokus pada beban. maka ini adalah pemikiran yang sempit atau primitif. ketika pemikirannya itu sudah luas Artinya bahwa dia itu tidak fokus pada beban atau masalah saja saja maka dia akan menganggap segala sesuatu itu dari sudut pandang yang lain misalnya bahwa anak itu adalah anugerah tuhan bahwa anak itu adalah simpanan dia di dunia dan di akhirat bahwa anak itu  menjadi qurrota a'yun bahwa anak itu akan menjadi orang yang merawat dia ketika dia tua bahwa ketika dia hamil Sampai melahirkan bahkan menyusui itu pahalanya sangat besar maka dia tidak akan fokus lagi kepada beban tetapi kepada hal-hal yang lain yang lebih positif orang itu tidak akan menganggap bahwa freechel itu adalah Pilihan yang tepat tapi orang itu akan punya anggapan bahwa memiliki anak adalah sebuah anugerah.


Orang zaman dahulu berkaitan dengan kualitas dan kuantitas mereka tidak pernah berpikir panjang tapi satu hal yang mereka tahu bahwa ketika mereka memiliki banyak anak maka akan memudahkan akses menuju sumber daya sehingga bisa dibilang kalau aku punya 10 anak laki-laki maka aku akan menang perang melawan keluarga yang hanya memiliki tiga anak laki-laki.


Kenapa muncul ide Childfree?


Kapitalis mengatakan Sumber daya alam  dan alat pemenuhan kebutuhan terbatas sedangkan keinginan manusia  dan  kebutuhannya itu tidak terbatas. Sehingga  manusia menilai untung dan rugi berdasarkan materi semata.


Adalah sesuatu yang sangat logis ketika mereka membatasi anak atau tidak mau punya anak supaya populasi manusia tidak berkembang.


Walaupun pada akhirnya mereka akan mendapatkan sesuatu dari pendapat mereka itu yaitu adanya depopulasi.


Akibat dari enggan punya anak maka saat ini di Jepang ada 9 juta rumah tanpa penghuni dan itu akan terus bertambah diprediksi tahun 2050 mereka akan kehilangan penduduk bahkan piramida demografinya itu terbalik dan itu ternyata juga terjadi di Eropa misalnya Jerman sekarang mengalami deposisi sehingga Jerman akan memberikan uang pada rakyatnya yang mau punya anak. Semakin banyak anak maka semakin banyak uang yang akan diterima


Alasan seseorang memilih childfree.


Alasan seseorang memilih childfree antara lain adanya masalah kesehatan,  termasuk kelainan genetik, ingin selalu tampak muda, masalah finansial, kurangnya akses untuk mendukung jaringan dan sumber daya. Ketakutan bahwa aktivitas seksual akan berkurang, ketakutan akan perubahan fisik akibat kehamilan, childbirth experience, dan masa pemulihan (misalnya berkurangnya daya tarik fisik). Orientasi karir, trauma masa kecil dan berbagai alasan lainnya. Jika hanya dilakukan perorangan maka tidak banyak masalah yang terjadi. Namun, jika itu dikampanyekan maka akan berbahaya, karena akan ada arus besar sehingga akan mengancam kepunahan manusia.


Hukum childfree dalam Islam 


Pertama, selain hukum childfree dalam Islam tercela, pasutri yang memutuskan untuk childfree berpotensi kehilangan kesempatan untuk mendapatkan amal jariah dari anak yang shalih.


Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,


إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ وَعِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ وَوَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ


“Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara (yaitu); sedekah jariah, ilmu yang dimanfaatkan, atau doa anak yang saleh.” (HR Muslim, no. 1631).


Kedua, berisiko mendapatkan stigma buruk dari lingkungan masyarakat yang masih mempercayai pepatah “Banyak anak banyak rezeki”


Tiga, bingung akan mewariskan harta kekayaan kepada siapa.


Keempat, mendapatkan gangguan psikologi, dimana seiring bertambahnya usia, perasaan kesepian akan semakin berkembang


Kelima, tidak merasakan kesempatan mendapatkan penyejuk mata (qurrota a’yun) padahal mampu.


Allah SWT berfirman,

وَالَّذِينَ يَقُولُونَ رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا


“Dan orang orang yang berkata: “Ya Rabb kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS Al-Furqan: 74)


Keenam, tidak mentaati tuntunan Rasulullah ﷺ untuk mempunyai keturunan, padahal ia mampu.


Itulah hukum childfree dalam Islam dan dampak buruk yang akan dialami orangtua yang mempunyai prinsip ini padahal dia mampu.

Wallahu'alam bisshawab.