Negeri Darurat Pengganguran, Bagaimana Solusinya?

Daftar Isi

 


Dalam Islam, negara mengatur masalah lapangan pekerjaan sehingga akan optimal dalam hal penanganannya, dan jumlah pengangguran akan dapat ditekan seminimal mungkin


Penerapan sistem kerja akan maksimal dan adil dengan adanya aturan sesuai hukum syarak


Oleh Siti Rohmah, S.Ak

Pegiat Literasi 


Siddiq-news.com - Setiap tahun, Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), Sekolah Menengah Atas (SMA) maupun Sekolah Tinggi dan Universitas di Indonesia, meluluskan banyak siswa yang siap untuk mencari pekerjaan. Hal tersebut pun menambah daftar panjang pencari kerja di Indonesia. Sedih dan kecewa yang dirasakan para pencari kerja ketika merasakan sulitnya mendapatkan pekerjaan, terutama yang sesuai dengan latar belakang pendidikan mereka.


Edy Mahmud sebagai Deputi Bidang Neraca dan Analisis BPS mengatakan tingkat pengangguran pada Februari 2023 mengalami penurunan dibandingkan Agustus 2022 lalu, sebanyak 5,86 persen atau 8,42 juta orang. Meskipun demikian Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat masih banyaknya pengangguran di Indonesia per Februari 2023 ini yaitu sekitar 7,99 juta atau setara dengan 5,45 persen dari banyaknya 146,62 juta orang angkatan kerja. 


Berdasarkan jenis kelamin pengangguran paling terbanyak menimpa pada kaum laki-laki yaitu sebanyak 5,83 persen dibandingkan kaum perempuan sebanyak 4,86 persen. Jika dilihat berdasarkan wilayah pengangguran diperkotaan memiliki angka lebih tinggi yaitu sebanyak 7,11 persen dibandingkan pedesaan yang hanya 3,42 persen. (www.cnnindonesia[dot]com, 05/05/2023)


Dilihat dari masih banyaknya jumlah pengangguran di negeri ini menjadi fakta bahwa negara abai terhadap kesejahteraan masyarakat dalam hal pekerjaan. Di mana pencari kerja bertambah banyak setiap tahunnya. Namun, hanya sedikit lapangan kerja yang mampu menyerap mereka. itupun masih jauh dari standar dalam hal gaji dan sebagainya. 


Adapun untuk masalah lapangan pekerjaan pemerintah malah membuka peluang bagi investor asing dan memberikan kemudahan bagi mereka untuk membuka perusahaannya. Beda halnya jika rakyat yang ingin membuka usaha malah dipersulit mulai dengan mahalnya perizinan dan sebagainya. Alhasil, rakyat hanya bisa menjadi buruh pekerja yang dikelola asing. 


Jika dilihat dari kurikulum sekolah pun setiap jurusan sekolah hanya berfokus pada bagaimana menghasilkan siswa yang siap menjadi pekerja (buruh) terbaik kelak setelah lulus. Sehingga diharapkan mampu menyediakan pekerja-pekerja yang handal untuk perusahaan. Belum lagi perusahaan yang ada kebanyakan yang merekrut pekerja perempuan saja, dengan alasan ketekunan dan mudah diatur. Sehingga lebih efisien.


Begitulah fakta di negara yang menganut sistem kapitalis negara hanya berfokus pada keuntungan bukan kesejahteraan rakyat yang diutamakan. Bahkan ironisnya banyak pengangguran di negeri sendiri tetapi malah banyak mendatangkan pekerja dari luar dengan gaji yang lebih besar pula. 


Berbeda dengan sistem Islam. Dengan negara yang mengatur masalah lapangan kerja tentunya akan optimal dalam hal penanganannya, sehingga jumlah pengangguran akan dapat ditekan seminimal mungkin. Dalam daulah sumber daya alam wajib dikelola oleh negara sehingga terciptalah lapangan kerja yang banyak. Negara juga akan mengatur dalam hal pengelolaan sumber daya alam tersebut, dengan cara mengutamakan sumber daya manusia yang unggul untuk bekerja di perusahaan. Alhasil masyarakat bisa bekerja di perusahaan milik negara dengan mudah sesuai skill yang mumpuni.


Dalam sistem Islam negara akan menjamin adanya lapangan pekerjaan bahkan akan memfasilitasi para pekerja yang ahli, serta menghargai sumber daya manusia sesuai dengan bidangnya, dan tidak lupa pula akan dibekali ilmu dan dibimbing bagaimana berwiraswasta agar tidak berpatokan untuk menjadi karyawan semata. Belum lagi penerapan sistem kerja akan maksimal dan adil dengan adanya aturan sesuai hukum syarak. 


Adapun, perempuan khususnya sebagai ibu rumah tangga tidak perlu bersusah payah membantu perekonomian keluarga karena negara sudah menyediakan pekerjaan yang layak untuk para lelaki sebagai kepala keluarga. Jelas sudah dengan sistem Islamlah segala permasalahan akan teratasi. Wallahualam bissawab.