Notification

×

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Tag Terpopuler

Tradisi Mudik Tahunan yang Membawa Malapetaka

Rabu, 03 Mei 2023 | Rabu, Mei 03, 2023 WIB | 0 Views Last Updated 2023-05-03T06:46:39Z

 


Tradisi mudik tidak hanya diperhitungkan sebagai agenda tahunan tapi lebih dari itu, dipandang sebagai aktivitas ibadah, silaturrahim dan sila ukhuwah


Sudah menjadi kewajiban negara untuk memastikan jalur-jalur mudik tersedia dengan baik dan standar baik adalah dapat diakses dengan mudah, nyaman, dan terjangkau dan yang paling penting adalah jalur transportasi dirancang agar kecelakaan bisa diminimalisir


Oleh Dian Safitri

(Pegiat Literasi) 


Siddiq-news.com--Menjelang Ramadan tiba, seluruh kaum Muslim di belahan dunia bergembira gempita menyambut kedatangannya. Momentum sekali setahun ini dibarengi dengan agenda tahunan mudik merayakan hari raya di kampung halaman. Mudik sudah menjadi tradisi tahunan untuk melepas rindu para perantau.


Namun Kadang-kadang kegiatan yang membawa suka cita ini mendatangkan dukacita pula karena tidak sedikit kejadian nahas berupa kecelakaan. Tingginya antusiasme masyarakat saat mudik tidak bisa dimungkiri akan menemukan banyak kendala di antaranya kecelakaan maut.


Melansir dari merdeka.com (23/04/2023), Juru Bicara Polri Kombes Pol Erdi AdriMurlan dalam Operasi Ketupat mencatat ada 933 kecelakaan di seluruh wilayah Indonesia selama periode 18-21 April atau empat hari pelaksanaan operasi ketupat 2023 sehingga jumlah korban tewas hingga H-1 lebaran sebanyak 101 orang tewas, 1.365 luka-luka


 Realita meningkatnya kecelakaan tiap tahun ini dipengaruhi oleh banyak faktor mulai dari kualitas infrastruktur, kondisi para pemudik yang ngantuk dan lainnya. Tetapi sebenarnya penyebab tersebut bisa diatasi agar para korban bisa diminimalisir hingga mendekati angka 0. Namun sayang, karena mindset pengelolaan infrastruktur termasuk jalan dikelola dengan sistem kapitalisme, sebuah sistem yang menjadikan semua sektor, apa pun itu termasuk transportasi, selama bisa menjadi sumber pemasukan akan dikomersialisasi. Sebab orientasinya adalah materi dan yang mirisnya melihat keadaan ini negara hanya bertindak sebagai regulator padahal ini menyangkut hajat dan keselamatan rakyat. Sehingga pembangunan jalan seperti jalan tol bekerja sama dengan swasta dan rakyat harus membayar jika ingin menikmatinya dan ketika salah satu ruas jalan rusak, jangan harap ditindak lanjuti karena jalur tersebut bukan jalur utama atau kalau-pun diperbaiki, ya kualitasnya buruk. Selain itu, minimnya kesadaran menjaga diri dan orang lain di antara pemudik menjadi faktor meningkatnya angka kecelakaan. 


Perlu diperhatikan bahwa kasus kecelakaan setiap kali mudik tidak boleh dipandang sebagai kasus rutinan yang diantisipasi seadanya, tapi akan terus begitu selama sistem kapitalisme mengayominya. Sistem yang nyatanya gagal, tidak mampu menyediakan sarana transportasi aman, nyaman, murah dan mudah untuk kemaslahatan rakyat.


Rasulullah telah mewariskan sistem terbaiknya yakni sistem Islam yang diterapkan secara sempurna dan telah diterapkan selama 1300 tahun lamanya. Syara' telah menetapkan bahwa pemimpin adalah pengurus hajat rakyatnya sebagaimana Rasululullah saw. bersabda:

 "Imam atau penguasa adalah penanggung jawab urusan rakyatnya." (HR. Bukhari).


Sehingga urusan mudik akan sangat diperhatikan oleh khalifah sebagai pemegang kebijakan karena tradisi mudik tidak hanya diperhitungkan sebagai agenda tahunan tapi lebih dari itu, dipandang sebagai aktivitas ibadah, silaturrahim dan sila ukhuwah seorang Muslim setelah sekian lama merantau sehingga negara wajib memberikan dukungan dan fasilitas terhadap tradisi mudik tersebut.


Karena mudik sangat berkaitan dengan mekanisme transportasi, sudah menjadi kewajiban negara untuk memastikan jalur-jalur mudik tersedia dengan baik dan standar baik adalah dapat diakses dengan mudah, nyaman, dan terjangkau dan yang paling penting adalah jalur transportasi dirancang agar kecelakaan bisa diminimalisir. Tidak seperti hari ini karena hal ini merupakan wujud negara menjalankan perannya sebagai hifdzu an-nafs (penjaga jiwa).


Adapun mekanisme yang dilakukan di antaranya dengan cara  membangun dan memperbaiki sarana publik seperti jalan raya secara totalitas yakni diperbaiki dengan kualitas terbaik mulai dari jenis pemilihan bahan dan proses pengerjaannya. Apakah jalan itu cocok di aspal atau di model paving tidak hanya itu daulah akan memperbaiki sarana lainnya seperti lampu panjang jalan, titik rest area, dan sejenisnya. Khalifah akan mengerahkan ahli sipil, perancang bangunan, dan tenaga ahli lainnya untuk menentukan hal teknis tersebut.


Selanjutnya daulah akan menyediakan moda transportasi dengan teknologi terbaru, tingkat keselamatan tinggi, dan berkualitas, aman, nyaman, terjangkau juga harus dipenuhi. Konsep ini akan mempermudah masyarakat dalam mobilitas termasuk mudik. Swasta juga berpeluang menyediakan transportasi berkualitas sesuai standar yang ditetapkan oleh negara.


Hal yang luar biasanya adalah dibangunnya industri strategis yaitu industri transportasi, industri IT, dan industri yang saling mendukung untuk mewujudkan transportasi yang berkualitas dan menghindarkan rakyat dari hal-hal yang mengganggu perjalanan. Sehingga dapat terhindar dari kecelakaan sementara biaya untuk membangun infrastruktr seperti ini daulah akan mengambil dana pos kepemilikan negara dan pos kepemilikan umum baitul maal. 


Kehebatan pelayanan transportasi pada masa kejayaannya Islam masih terabadikan dalam sejarah salah satu diantaranya adalah kereta api Hijaz yang dibangun pada masa Sultan Abdul Hamid II. Pemimpin Khilafah Utsmaniyyah pada masa itu. Sultan Abdul Hamid II membangun kereta api Hijaz untuk mempermudah para jamaah haji menuju Mekah. 


Dengan kehadiran kereta api tersebut dapat memperpendek perjalanan dari empat puluh hari menjadi lima hari. Tidak hanya itu, pada masa khalifah Ummar bin Khattab, beliau membangun rumah yang diberi nama Daar ul-daaqiq' atau rumah tepung antara Mekah dan Syam. Khalifah Umar memandang perlu membangun Darul Daqiq sebagai wujud negara menolong orang yang singgah (ibnu sabil) dalam perjalanan dan memenuhi kebutuhan orang yang perlu sampai kebutuhannya terpenuhi. Sungguh luar biasa pemerintahan yang menerapkan sistem Islam dalam menyediakan moda transportasi dan ini tidak akan mampu didapatkan dari sistem yang asasnya materi.

Wallahualam bissawab.

×
Berita Terbaru Update